Empat Alasan Mengapa Memilih Tinggal Di Citayam

Saya tinggal di perumahan yang berjarak sekitar 500 meter dari stasiun Citayam. Sejauh ini, saya merasakan tinggal di lingkungan yang cukup nyaman. Berikut adalah 4 alasan mengapa Citayam bisa menjadi pilihan tempat tinggal Anda.

1. Letaknya strategis.

Bila Anda bekerja di Jakarta, Anda punya pilihan transportasi yang cukup banyak. Bila Anda naik mobil/motor, dalam kondisi normal Citayam-Depok tidaklah semacet jalan-jalan lain ke arah Depok 2 atau Sawangan. Hal ini karena tingkat kepadatan kendaraan relatif masih sedikit. Pengganggu utama kelancaran lalu lintas biasanya hanyalah angkot yang ngetem. Angkot ke Depok dan Bojong Gede selalu ada selama 24 jam. Semua KRL ekonomi dan beberapa KRL ekspres berhenti di stasiun Citayam.

2. Fasilitas Cukup Lengkap

Ada pasar tradisional yang cukup lengkap, meskipun agak kumuh. Mini market bertebaran. Klinik dan apotik cukup banyak. Mungkin hanya sekolah yang masih jadi kendala. Untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, warga Citayam masih harus menyekolahkan anaknya ke Depok.

Akses jaringan listrik dan telepon cukup bagus. Sebagai gambaran, saya memposting tulisan ini lewat jaringan broadband speedy yang ada di rumah. Jalur fiber optic telkom sudah sampai Citayam.

3. Harga Properti Masih Relatif Murah

Dibandingkan dengan wilayah lainnya, harga tanah dan bangunan di Citayam masih relatif murah. Namun begitu, pertumbuhan harganya relatif cepat. Bila proyek jalan tol selesai, harga properti pasti akan melambung naik.

4. Lingkungannya Sejuk

Citayam berada di kaki gunung, tidak terlalu jauh letaknya dari Bogor. Udaranya masih segar karena tidak banyak polusi. Di pagi hari yang cerah, Anda masih bisa melihat gunung Salak dan gunung Gede dari Citayam. Kualitas air tanah di Citayam juga bagus.

5 Responses to “Empat Alasan Mengapa Memilih Tinggal Di Citayam”

  1. armanachbar says:

    akses utama sih kereta..kalo ga ada kereta suka pusing krn mau ke depok ribet..jalan yg ada cukup sempit dan ga mungkin di lebarin. samping kiri rel kereta..samping kanan kali. tapi angkot ke depok banyak banget..perbandingannya…1 penumpang di perebutkan 5 angkot..dan mereka beroperasi 24 jam ke depok. jarak tempuh normal sih 20-30 menit tuh angkot mencapai terminal depok yg deket ITC depok itu.

  2. budi says:

    kapan ya tol citayam-antasari selesai?
    secara umum suasana pagi di citayam masih enak, cuma ya itu, kalo mau ke kota (baca;depok) harus bertarung dg angkot dan pertigaan yang padat..:-)

  3. Raram says:

    wah .bner tuh .angkt 05 emang bnyk bgt ..wah bsa2 ctym pnuh ama angkt d ..tp aku ttp cnta ctym … :)

  4. Raram says:

    wah ..mas yg d atas g tau y ?kan skrg ad smp negeri d ctym ,,tmpt’a d komp. pertanian ..g jauh kok dr stsiun ..!!sd negeri ada,smp negri ad,cma sma aj yg blm ad ..tp stau sya sd n smp negri d sni lmyn bgs c ..tp y mmang g sbgs d dpok c .tp kan bs ngrit ongks buat anak,kalo skul d ctym ..hehe . :)

  5. warga puri bukt says:

    Wah saya sih seneng tinggal di ciatayam, tapi emang stasiunnya penuh. Mbok PT KAI ngatur tuh para pedagang. Jalannya juga amburadul, khususnya yang jalan masuk ke sasakpanjang. Hayo para pejabat daerah di Bogor, ajukan dong proposal ke DPRD. masak mau jadi megapolitan kok kondisinya tragis gini. Apa kata dunia???

Leave a comment or a question